Spenpraja Today โ #SahabatSpenpraja dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan, seluruh murid serta guru di SMP Negeri 4 Singaraja melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Hari Suci Tumpek Pengatag atau Tumpek Wariga, Sabtu pagi. ![]()
![]()
Kegiatan persembahyangan dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan menghaturkan canang dan banten kepada berbagai tumbuhan yang tumbuh subur di area sekolah. Seluruh warga sekolah tampak antusias mengikuti persembahyangan sebagai bentuk rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah tumbuh-tumbuhan yang memberikan kehidupan bagi umat manusia. ![]()
![]()
![]()
Dalam pelaksanaan upacara, murid dan guru juga melaksanakan tradisi โngatagโ atau memberi doa kepada tumbuhan dengan sesontengan khas Bali:
“Kaki-kaki, dadong jumah?
Dadong jumah gelem kebus dingin ngetor,
Ngetor nged, nged, nged…
Buin selae lemeng Galungan,
Apang mebuah nged, nged, nged.” ![]()
![]()
Sesontengan tersebut memiliki makna doa dan harapan agar tumbuhan dapat tumbuh subur, berbunga, dan berbuah lebat menjelang Hari Raya Galungan. Tradisi ini menjadi simbol keharmonisan hubungan manusia dengan alam serta bentuk penghormatan terhadap tumbuhan sebagai sumber kehidupan. ![]()
![]()
Hari Suci Tumpek Pengatag dimaknai sebagai hari pemuliaan terhadap tumbuh-tumbuhan dan ungkapan rasa syukur atas karunia alam semesta. Melalui perayaan ini, umat Hindu diajak untuk menjaga kelestarian lingkungan, mencintai alam, serta memperkuat ajaran Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari. ![]()
![]()
![]()
Kegiatan persembahyangan berlangsung tertib, penuh rasa bhakti, dan sarat nilai pendidikan karakter. Selain meningkatkan sradha dan bhakti, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran bagi peserta didik untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. ![]()
![]()
![]()
Semangat Tumpek Pengatag diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran seluruh warga sekolah untuk terus menjaga kelestarian alam serta menjadikan lingkungan sekolah tetap hijau, bersih, dan asri. ![]()
![]()