Spenpraja Today,– #SahabatSpenpraja Setelah menikmati santap siang dengan menu khas Bali Blayag di Umah Ketipat, Delegasi India melanjutkan agenda mereka dengan mengikuti Singaraja City Tour pada hari ini. Rangkaian tur ini membawa mereka mengunjungi berbagai destinasi bersejarah di Singaraja, didampingi oleh Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Singaraja, Guru Bahasa Inggris, serta siswa Spenpraja English Club yang bertugas sebagai tour guide berbahasa Inggris. ![]()
![]()
Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Museum Buleleng, tempat para delegasi dapat mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya Buleleng. Mereka mengamati berbagai koleksi benda bersejarah yang mencerminkan kejayaan masa lalu daerah Buleleng. ![]()
![]()
Selanjutnya, mereka menuju Museum Lontar Gedung Kertia, yang menjadi pusat pelestarian naskah kuno lontar. Delegasi terlihat antusias saat mendengarkan penjelasan tentang cara pembuatan dan pelestarian lontar yang telah berlangsung sejak zaman dahulu. ![]()
![]()
Eksplorasi berlanjut ke *Eks Pelabuhan Buleleng, pelabuhan bersejarah yang dulunya menjadi pusat perdagangan dan aktivitas maritim di Bali Utara. Mereka menikmati pemandangan laut yang indah sambil berdiskusi tentang peran strategis pelabuhan ini di masa lalu. ![]()
![]()
Perjalanan ditutup dengan kunjungan ke Pura Jagatnata, tempat suci yang menjadi pusat spiritual masyarakat Hindu di Singaraja. Di sini, para delegasi mendapatkan wawasan tentang tradisi keagamaan dan filosofi Hindu di Bali. Mereka juga menyaksikan keindahan arsitektur pura yang sarat makna simbolis. ![]()
![]()
Selama tur, siswa Spenpraja English Club dengan penuh percaya diri memberikan penjelasan dalam bahasa Inggris, memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Singaraja kepada para tamu internasional. Hal ini mendapat apresiasi dari Delegasi India yang merasa sangat terkesan dengan keramahan dan kemampuan komunikasi siswa SMP Negeri 4 Singaraja. ![]()
![]()
Kegiatan Singaraja City Tour ini tidak hanya mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan India, tetapi juga menjadi ajang bagi siswa untuk mengasah keterampilan bahasa Inggris mereka dalam konteks nyata. Diharapkan, pengalaman ini dapat semakin menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan budaya serta memperkenalkan warisan daerah ke dunia internasional. ![]()
![]()