“𝑲𝒂𝒌𝒊 𝒌𝒂𝒌𝒊, 𝒅𝒂𝒅𝒐𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒋𝒂? 𝑫𝒂𝒅𝒐𝒏𝒈 𝒋𝒖𝒎𝒂𝒉 𝒈𝒆𝒍𝒆𝒎 𝒌𝒆𝒃𝒖𝒔 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒏𝒈𝒆𝒕𝒐𝒓. 𝑵𝒈𝒆𝒕𝒐𝒓 𝒏𝒈𝒆𝒅, 𝒏𝒈𝒆𝒅, 𝒏𝒈𝒆𝒅, 𝒏𝒈𝒆𝒅, 𝒃𝒖𝒊𝒏 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒆 𝒍𝒆𝒎𝒆𝒏𝒈 𝑮𝒂𝒍𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏, 𝒎𝒆𝒃𝒖𝒂𝒉 𝒂𝒑𝒂𝒏𝒈 𝒏𝒈𝒆𝒅.”

Persembahyangan Tumpek Pengatag di SMP Negeri 4 Singaraja

Hari ini, dilaksanakan persembahyangan Tumpek Pengatag di Prahyangan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh guru agama, sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah-Nya dalam menjaga kelestarian alam, khususnya tanaman dan hasil bumi.

Dalam upacara ini, memohon berkah agar segala tanaman yang ditanam dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang melimpah. Tumpek Pengatag adalah momen penting untuk merenungkan hubungan manusia dengan alam serta menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain doa-doa umum, dalam persembahyangan, turut disampaikan pula doa tradisional dalam bahasa Bali. Doa tersebut memiliki makna yang dalam, menggambarkan harapan agar tanaman tetap tumbuh subur hingga tiba waktunya untuk dipanen, khususnya menjelang hari raya Galungan. Doa ini diucapkan dengan penuh keyakinan, sebagai wujud kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Persembahyangan Tumpek Pengatag di SMP Negeri 4 Singaraja menjadi bagian dari pembelajaran bagi para siswa untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi serta kebudayaan Bali, termasuk melalui doa-doa tradisional yang sarat makna.

Dengan diadakannya persembahyangan ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin menyadari pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam, serta selalu memohon berkah dari Sang Hyang Widhi Wasa untuk kelangsungan hidup yang seimbang dan penuh berkah.

Rahayu🙏🏻

#SpenprajaJaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *