Persembahyangan Tumpek Pengatag di SMP Negeri 4 Singaraja
Hari ini, dilaksanakan persembahyangan Tumpek Pengatag di Prahyangan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh guru agama, sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi Wasa atas anugerah-Nya dalam menjaga kelestarian alam, khususnya tanaman dan hasil bumi.
Dalam upacara ini, memohon berkah agar segala tanaman yang ditanam dapat tumbuh subur dan memberikan hasil yang melimpah. Tumpek Pengatag adalah momen penting untuk merenungkan hubungan manusia dengan alam serta menjaga keseimbangan lingkungan.
Selain doa-doa umum, dalam persembahyangan, turut disampaikan pula doa tradisional dalam bahasa Bali. Doa tersebut memiliki makna yang dalam, menggambarkan harapan agar tanaman tetap tumbuh subur hingga tiba waktunya untuk dipanen, khususnya menjelang hari raya Galungan. Doa ini diucapkan dengan penuh keyakinan, sebagai wujud kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Persembahyangan Tumpek Pengatag di SMP Negeri 4 Singaraja menjadi bagian dari pembelajaran bagi para siswa untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi serta kebudayaan Bali, termasuk melalui doa-doa tradisional yang sarat makna.
Dengan diadakannya persembahyangan ini, diharapkan seluruh warga sekolah semakin menyadari pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam, serta selalu memohon berkah dari Sang Hyang Widhi Wasa untuk kelangsungan hidup yang seimbang dan penuh berkah.
Rahayu![]()