Spenpraja Today,— #SahabatSpenpraja Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SMP Negeri 4 Singaraja, I Gusti Ngurah Gede Damaindra Mayun, yang sukses meraih Juara 1 kategori Lomba Bebanyolan dalam ajang bergengsi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Bali Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung meriah pada Jumat, 10 Oktober 2025, bertempat di Hotel Aston Denpasar.
Hari ini, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) menjadi puncak kegiatan revitalisasi bahasa daerah di Provinsi Bali. Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kecintaan, kebanggaan, dan kemampuan mereka dalam melestarikan bahasa ibu khususnya bahasa Bali melalui berbagai lomba seperti mesatua Bali, nyurat aksara Bali, pidarta, ngewacen aksara Bali, dan bebanyolan.
Dalam kategori bebanyolan, Damaindra Mayun tampil memukau dengan pembawaan yang penuh canda, lugas, dan sarat makna budaya. Gaya humor khasnya yang cerdas dan bernuansa lokal berhasil membuat juri serta penonton terhibur sekaligus kagum.
Rasa bangga yang mendalam atas prestasi gemilang ini, sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian Damaindra. Ini adalah bukti bahwa siswa Spenpraja tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi pelestari bahasa dan budaya daerah. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya.
Kegiatan FTBI tahun ini juga mendapat apresiasi tinggi dari Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Bapak Dewa Made Indra, yang hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan kepada para juara.
Dengan diraihnya prestasi ini, I Gusti Ngurah Gede Damaindra Mayun berhasil mengharumkan nama SMP Negeri 4 Singaraja dan Kabupaten Buleleng di kancah Provinsi Bali. Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen Spenpraja dalam membentuk pelajar berprofil Pancasila yang beriman, berbudaya, dan berprestasi.
Selamat kepada I Gusti Ngurah Gede Damaindra Mayun atas prestasi luar biasa ini! ![]()
Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Bali untuk terus mencintai, melestarikan, dan membanggakan bahasa ibu sebagai warisan luhur bangsa.
