Spenpraja Today | Sabtu Pagi, 20 Desember 2025
#SahabatSpenpraja Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak pagi hari di lingkungan sekolah. Pada Sabtu pagi, 20 Desember 2025, seluruh siswa dan guru hadir lebih awal untuk mengikuti kegiatan istimewa, yakni Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antara sekolah dan keluarga, khususnya peran ayah dalam pendidikan anak.
Para siswa hadir ke sekolah didampingi oleh ayah masing-masing. Kedatangan siswa dan ayah disambut dengan ramah oleh Bapak Kepala Sekolah, Dr. Nyoman Sudiana, S.Pd., M.Pd., bersama guru piket di pagi hari. Sambutan hangat ini mencerminkan budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, komunikasi, dan kebersamaan.
Sebelum memasuki rangkaian kegiatan selanjutnya, siswa dan guru melaksanakan doa bersama di pelinggih sekolah. Doa ini menjadi wujud keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memohon kelancaran serta keberkahan dalam seluruh proses pendidikan. Usai berdoa, seluruh warga sekolah melaksanakan hormat bendera di halaman sekolah sebagai bentuk rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan penguatan karakter kewargaan.
Kegiatan Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini tidak hanya sebatas pengambilan hasil belajar siswa, tetapi juga menjadi sarana refleksi dan komunikasi antara orang tua dan sekolah mengenai perkembangan akademik maupun karakter peserta didik. Kehadiran ayah di sekolah menunjukkan dukungan nyata keluarga terhadap proses pendidikan anak.
Seluruh rangkaian kegiatan pagi ini merupakan implementasi nyata dari 8 Dimensi Profil Lulusan, yaitu:
Keimanan dan Ketakwaan โ tercermin melalui doa bersama di pelinggih sekolah.
Kewargaan โ diwujudkan melalui hormat bendera sebagai simbol nasionalisme.
Penalaran Kritis โ melalui pemahaman orang tua terhadap capaian dan evaluasi belajar siswa.
Kreativitas โ dalam membangun pendekatan pendidikan yang melibatkan keluarga.
Kolaborasi โ sinergi antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua.
Kemandirian โ siswa dilatih bertanggung jawab atas hasil belajarnya.
Kesehatan โ pembiasaan hadir pagi dan aktivitas positif di lingkungan sekolah.
Komunikasi โ terjalinnya dialog efektif antara ayah, guru, dan pihak sekolah.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap terbangun hubungan yang semakin kuat antara keluarga dan sekolah, sehingga pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari rumah. Gerakan ini menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berprofil lulusan yang utuh.