Spenpraja Today — #SahabatSpenpraja Perwakilan Bapak/Ibu Guru SMP Negeri 4 Singaraja hari ini turut mengikuti prosesi suci Melasti dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka. Kegiatan sakral ini dilaksanakan dengan penuh khidmat bersama umat Hindu di wilayah Buleleng dengan rute dari Pura Jagatnatha Singaraja menuju Pura Segara di kawasan Pantai Pelabuhan Buleleng. ![]()
![]()
Prosesi Melasti berlangsung dengan suasana religius dan penuh makna. Iring-iringan umat berjalan bersama sambil membawa berbagai pratima dan simbol-simbol suci dari pura, diiringi doa serta kidung suci. Setibanya di pantai, umat melaksanakan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemangku untuk memohon tirta suci serta memohon keselamatan dan keseimbangan alam semesta.
Melasti merupakan salah satu rangkaian upacara penting menjelang Hari Raya Nyepi. Secara filosofi, Melasti memiliki makna penyucian diri lahir dan batin, sekaligus penyucian alam semesta dari segala bentuk kotoran atau energi negatif. Dalam ajaran Hindu, proses ini dikenal sebagai penyucian Bhuana Alit (diri manusia) dan Bhuana Agung (alam semesta) agar kembali harmonis.
Air laut dalam prosesi Melasti dipercaya sebagai tirta amerta, yaitu air kehidupan yang memiliki kekuatan spiritual untuk menetralisir segala kekotoran. Oleh karena itu, pratima, pralingga, dan berbagai sarana upacara dibawa ke laut untuk disucikan sebelum kembali ke pura.
Partisipasi perwakilan guru SMP Negeri 4 Singaraja dalam kegiatan ini merupakan wujud sraddha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus bentuk pelestarian tradisi dan nilai-nilai spiritual Bali. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh keluarga besar sekolah dapat menyambut Hari Raya Nyepi dengan hati yang bersih, pikiran yang jernih, serta semangat untuk memperbaiki diri.
Momentum Melasti juga menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, sebagaimana nilai luhur Tri Hita Karana yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat Bali.