๐‘จ๐’‘๐’“๐’†๐’”๐’Š๐’‚๐’”๐’Š ๐‘ฐ๐’๐’๐’—๐’‚๐’”๐’Š, ๐‘ฎ๐’†๐’๐’๐’“๐’‚๐’Œ๐’‚๐’ ๐‘จ๐’Œ๐’”๐’Š, ๐‘พ๐’–๐’‹๐’–๐’…๐’Œ๐’‚๐’ ๐‘ท๐’“๐’†๐’”๐’•๐’‚๐’”๐’Š : ๐‘ด๐’‚๐’…๐’š๐’‚ ๐‘ท๐’‚๐’…๐’Ž๐’‚ ๐‘ป๐’“๐’Š๐’”๐’Ž๐’‚ ๐‘ซ๐’†๐’๐’‘๐’‚๐’”๐’‚๐’“ ๐’ˆ๐’†๐’๐’‚๐’“ ๐‘ท๐‘น๐‘ฌ๐‘บ๐‘บ๐‘ณ๐‘ฐ๐‘บ๐‘ป-15

DENPASAR โ€“ Di tengah libur Natal dan Tahun Baru, rintik hujan dan suhu dingin Kota Denpasar pada Sabtu (27/12/25) pagi tak menyurutkan antusiasme pelajar se-Bali memadati SMA Negeri 3 Denpasar. Madyapadma Journalistic Park Trisma Denpasar kembali menggelar Presslist 15, wadah apresiasi sineas dan jurnalis muda, dengan puncak acara dilaksanakan hari ini.

Tahun ini, tema yang diusung adalah โ€œMemanusiakan Keindonesiaan, Menumbuhkan Kesadaran Berkeadilanโ€. Tema ini bertujuan menumbuhkan kepekaan generasi muda terhadap hal-hal sekitarnya yang sering dianggap sepele, namun nyatanya memiliki nilai kemanusiaan yang besar.

Pembukaan berlangsung di Aula Sekolah sekitar pukul 09.00 WITA, diawali doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ketua Panitia Presslist 15, Putu Dhanalaksmi Indira Putri, memaparkan dedikasi timnya sejak 20 November 2025, mulai dari membentuk panitia pengarah, menyusun proposal, hingga persetujuan sekolah pada awal Desember. Kegiatan Presslist 15 telah dimulai dengan pelatihan film dokumenter bagi anggota Madya Padma yang digelar pada 15 Desember untuk membekali mereka keterampilan nyata pada bidang perfilman.

Ia juga memaparkan jadwal kegiatan, seperti BISMA (Bioskop Madyapadma Trisma) yang menampilkan karya-karya film hasil anggota Madyapadma, serta lomba YSA (Youth Sineas Award) pada 17 Desember. Serta pada 23 Desember, Madyapadma menggelar jumpa pers dengan media. Tak hanya karya, Aksi kemanusiaan Madyapadma Berbagi juga berlangsung pada 25โ€“26 Desember dengan menyalurkan sembako kepada masyarakat sekitar, yang direncanakan berlanjut pada Januari 2026 mendatang.

Pemimpin umum Presslist menambahkan bahwa ajang ini adalah wadah generasi muda menjadi pelopor perubahan bagi Indonesia. Hal ini tercermin dari partisipasi dalam berbagai lomba, mulai Reportase Tingkat SMP, Koran Dinding Tingkat SMP, Fotografi Tingkat SMA/Mahasiswa, hingga Majalah Tingkat SMP se-Indonesia.

Mewakili Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum, Ibu Puri Hariyani, menyampaikan apresiasi mendalam. Ia menekankan bahwa Presslist bukan sekadar seremonial, tetapi ruang membentuk karakter siswa. โ€œKegiatan ini membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat akademik, tapi tempat menempa kepemimpinan dan keberanian bersuara. Di era informasi ini, Jurnalis dan Sineas memiliki peran penting untuk menghadirkan fakta dengan nurani,โ€ ujarnya.

Pembukaan simbolis dilakukan dengan penyerahan DVD perjalanan Presslist hingga edisi ke-15. Puncak acara semakin impresif dengan peluncuran 21 judul buku, salah satunya โ€œOrang Pinggiranโ€, dibedah bersama kritikus. Buku ini menjadi representasi tema besar Presslist 15, memuat kisah orang pinggiran yang diliput masing-masing panitia. Salah satunya, Nanda Savitri, menceritakan, “Saya sendiri mengangkat kisah seorang Ibu penjual jajanan Bali, berada di pinggiran Jalan Gajah Mada. Saya tanya bagaimana kisah hidupnya dia, karena dia tinggal bersama anak saja, tanpa suami. Mulai dari bagaimana ia menghidupi kehidupannya sehari-hari dan motivasi hidupnya.”

Selain buku, Presslist 15 juga memperkenalkan 5 Pusat Studi Penelitian baru: Bioavtur, Kearifan Lokal Bali, Kamboja, Material Maju, dan Rompi Anti Peluru, memperluas Madya Padma dari jurnalistik ke riset ilmiah. Kemeriahan acara semakin terasa dengan pengumuman pemenang lomba dan karya terfavorit, yang diharapkan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berkarya.

Sebagai perwakilan panitia, Vioxa Raam Vedanantha memberi pesannya kepada peserta “Harapan saya, semoga para peserta yang berpatisipasi pada lomba ini bisa menjadikan wadah untuk mengembangkan kreativitasnya dalam bidang jurnalistik.”
Disela itu, Vioxa juga mengungkap tantangan terbesarnya selama persiapan Presslist 15 “Bisa dibilang tantangannya itu susah untuk mengatur waktu karena mendadak, waktunya mepet, dan juga hari libur.”

Dengan ajang ini, SMA Negeri 3 Denpasar berharap para siswa terus menjadi pelopor perubahan yang rendah hati dan konsisten memberikan dampak nyata sesuai tema. Karena karya terbaik adalah karya yang mampu memanusiakan manusia, Trisma menegaskan komitmennya menciptakan sekolah sebagai tempat akademik sekaligus menata kepemimpinan, kepekaan sosial, dan keberanian bersuara yang bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *