Spenpraja Today,– #SahabatSpenpraja Bertempat Aula Gedung Korwil Kecamatan Buleleng, Bali dilaksanakan kegiatan Pengimbasan Implementasi Pendidikan Anti Korupsi. Kegiatan ini dihadiri oleh para Kepala Sekolah SMP se kabupaten Buleleng Kadisdikpora kabupaten Buleleng dan perwakilan sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen dalam membangun budaya antikorupsi di dunia pendidikan. Acara diawali dengan pembukaan resmi dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
Berbagi Praktik Baik oleh Kadisdikpora
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Buleleng, Bapak Made Astika, S.Pd., M.M., menyampaikan peran penting Disdikpora dalam mendorong pendidikan antikorupsi di sekolah. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah untuk menanamkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda sejak dini, serta mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras dalam melaksanakan program ini.
Arahan dari KPK
Dilanjutkan dengan arahan strategis dari Ibu Dian Novianti, Direktur Jejaring Pendidikan pada Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK. Beliau menyampaikan strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sektor pendidikan formal, termasuk langkah-langkah konkret untuk memasukkan nilai-nilai antikorupsi dalam kurikulum. Ibu Dian juga menjelaskan bagaimana peran guru dan tenaga pendidik sangat krusial dalam memberikan teladan bagi siswa agar budaya antikorupsi tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari.
Penyerahan Sertifikat dan Plakat
Sebagai bentuk apresiasi, pihak KPK menyerahkan sertifikat dan plakat kepada Kadisdikpora Bapak Made Astika atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan antikorupsi di Kabupaten Buleleng. Selain itu, SMP Negeri 4 Singaraja juga menerima sertifikat sebagai “Sekolah Generasi Anti Korupsi,” sebagai pengakuan atas dedikasi Spenpraja dalam mengintegrasikan nilai-nilai integritas ke dalam kehidupan sekolah.
Pengimbasan oleh Kepala SMP Negeri 4 Singaraja
Kegiatan pengimbasan diakhiri dengan pemaparan dari Kepala SMP Negeri 4 Singaraja, Bapak Putu Budiastana. Dalam kesempatan ini, beliau menjelaskan bagaimana nilai integritas dari KPK, yang meliputi dimensi karakter, ekosistem, dan tata kelola, diintegrasikan dalam kehidupan sekolah. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah peningkatan empati terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), yang menjadi bagian dari program “JUMATBERSEPEDAKAKA” dengan 10 karakter utama: jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, serta kerja keras. Nilai-nilai ini diharapkan dapat membentuk generasi yang berintegritas dan berkarakter kuat.
Acara ini diharapkan mampu memperkuat semangat para pendidik dan pelajar di Kabupaten Buleleng dalam membangun budaya antikorupsi yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.












