Spenpraja Today Jumat, 16 Agustus 2024 โ #SahabatSpenpraja, SMP Negeri 4 Singaraja menggelar workshop penting bagi Guru, Pegawai, dan perwakilan siswa yang berfokus pada Pembelajaran Berdiferensiasi dan Penguatan Empati terhadap siswa berkebutuhan khusus (ABK). Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif dan memperkuat pemahaman serta kepedulian seluruh warga sekolah terhadap siswa ABK.
Workshop ini secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Singaraja, Bapak Putu Budiastana. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah serta membangun empati yang kuat terhadap siswa ABK. โSetiap anak adalah unik, dan sebagai pendidik, kita harus mampu menyesuaikan metode pengajaran kita untuk memenuhi kebutuhan individu siswa. Selain itu, membangun empati adalah kunci dalam menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif dan ramah bagi semua siswa,โ ujar Bapak Budiastana.
Sesi pertama workshop diisi oleh perwakilan dari UPTD Layanan Disabilitas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Materi yang disampaikan fokus pada pengertian siswa berkebutuhan khusus, jenis-jenis kegiatan di sekolah yang dapat melayani mereka, serta trik-trik untuk memperkuat empati seluruh warga sekolah terhadap siswa ABK. Peserta workshop diajak untuk memahami bahwa ABK memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan dukungan yang diperlukan untuk berkembang.
Materi kedua disampaikan oleh Bapak Gusti Agung Wisnu Wibowo, S.Pd., M.Pd., Beliau membahas secara mendalam mengenai konsep pembelajaran berdiferensiasi, mulai dari pengertian hingga perencanaan dan penerapannya di kelas. Bapak Wisnu menekankan bahwa pembelajaran berdiferensiasi adalah strategi yang sangat penting dalam memastikan setiap siswa mendapatkan kesempatan belajar yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.
Melalui workshop ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi dan mengembangkan empati yang lebih kuat terhadap siswa ABK di lingkungan sekolah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya SMP Negeri 4 Singaraja untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan memberikan perhatian yang lebih terhadap kebutuhan semua siswa.
Workshop diakhiri dengan presentasi, di mana para peserta berkesempatan untuk berbagi pengalaman terkait materi yang telah disampaikan. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi mewarnai seluruh rangkaian kegiatan, yang diharapkan akan terus membawa dampak positif bagi seluruh warga sekolah.
Salam Merdeka Belajar![]()







