Spenpraja Today,- #SahabatSpenpraja Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kunjungan ke SMP Negeri 4 Singaraja untuk melaksanakan wawancara dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) terhadap implementasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari program Anti Corruption Academy (ACA) 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana program pencegahan korupsi telah diterapkan di lingkungan sekolah dan masyarakat terkait.
Dalam proses wawancara tersebut, Tim KPK melibatkan berbagai pihak yang memiliki peran penting dalam mendukung implementasi RTL ACA 2024, yaitu orang tua siswa, Dewan Pendidikan, dan Pengawas sekolah.
Wawancara dengan Orang Tua Siswa
Wawancara dimulai dengan orang tua siswa yang telah berpartisipasi dalam program ACA 2024. Tim KPK menggali informasi terkait peran serta orang tua dalam mendukung pendidikan karakter anti-korupsi di rumah serta feedback mereka terhadap program yang telah diterapkan di sekolah. Orang tua siswa menyatakan apresiasi mereka terhadap program ini yang dinilai mampu memberikan pendidikan moral yang kuat bagi anak-anak mereka.
Wawancara Dewan Pendidikan
Selanjutnya, Tim KPK mewawancarai anggota Dewan Pendidikan untuk mendapatkan pandangan mereka mengenai efektivitas implementasi RTL ACA di tingkat kebijakan dan dukungan yang diberikan kepada sekolah. Dewan Pendidikan memberikan gambaran tentang komitmen mereka dalam mendukung SMP Negeri 4 Singaraja untuk menjadi sekolah yang berintegritas dan bebas dari praktik-praktik yang mengarah pada korupsi.
Wawancara Pengawas Sekolah
Wawancara juga dilakukan dengan Pengawas sekolah yang bertanggung jawab atas pengawasan dan pembinaan sekolah. Pengawas memberikan penilaian mengenai keberhasilan sekolah dalam melaksanakan program ACA, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai anti-korupsi di lingkungan sekolah.
Hasil dari wawancara ini akan menjadi bahan evaluasi bagi KPK untuk menyusun strategi dan rekomendasi lebih lanjut dalam pengembangan program pencegahan korupsi di lingkungan pendidikan. Diharapkan, SMP Negeri 4 Singaraja dapat menjadi model sekolah yang berhasil dalam membentuk generasi muda yang berintegritas dan bebas dari korupsi.











