Spenpraja Today,- SMP Negeri 4 Singaraja menggelar podcast inspiratif yang kali ini mengangkat “Kisah Empati Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus.” Dalam acara ini, hadir sebagai tamu spesial Darmayasa, seorang siswa yang dikenal karena kepeduliannya, dan Aldi Artana, seorang anak berkebutuhan khusus yang juga yatim piatu sejak usia 3 tahun ditinggal orang tuanya dan kini diasuh oleh sang kakek, dari keluarga tidak mampu.

Podcast ini dimulai dengan cerita menyentuh dari Darmayasa, yang dengan penuh empati memberikan sebuah handphone kepada Aldi. Darmayasa menjelaskan bahwa pemberian tersebut adalah bentuk kepedulian dan empatinya terhadap Aldi, yang selama ini berjuang tanpa dukungan keluarga inti. “Saya ingin Aldi merasakan bahwa dia tidak sendirian dan bahwa kita semua di sini adalah keluarga yang saling mendukung,” ujar Darmayasa dalam sesi podcast tersebut.

Aldi, yang terlihat sangat terharu, juga berbagi kisah hidupnya yang penuh tantangan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh teman-teman dan pihak sekolah, terutama oleh Darmayasa yang telah memberinya hadiah yang sangat berarti.

Podcast ini semakin bermakna dengan kehadiran Bapak Putu Budiastana, Kepala SMP Negeri 4 Singaraja. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan dan implementasi karakter empati di kalangan siswa. “Empati bukan hanya tentang memahami perasaan orang lain, tetapi juga tentang bertindak untuk membantu mereka. Ini adalah nilai yang sangat penting, terutama dalam mendukung Anti Corruption Academy (ACA), sekolah kita sebagai satu satunya sekolah terpilih tingkat Nasional dalam ACA, di mana kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang mulia,” tegas beliau.

Kegiatan podcast ini tidak hanya sekadar diskusi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mendukung program pendidikan karakter, khususnya dalam dimensi empati terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Acara ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh siswa SMP Negeri 4 Singaraja untuk selalu menunjukkan sikap peduli dan empati, terutama kepada teman-teman mereka yang membutuhkan dukungan lebih.

Podcast ini juga mendapatkan respons positif dari kalangan guru dan orang tua siswa, yang melihatnya sebagai langkah konkret dalam membentuk profil pelajar Pancasila di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat dan berempati.

Salam Merdeka Belajar🇮🇩

#SpenprajaJaya